Blog Tentang Seputar Sejarah dan Perkembangan Islam

Prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw tentang ibu 3

Prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw tentang ibu 3
Meneladani prinsip-prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw

"Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam"


Prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw tentang ibu 3
Agama Islam,sangat memperhatikan hak dan ia mengajak umat manusia agar menunaikannya dengan cara yang paling baik.Diantara hak-hak yang paling penting ialah hak yang menyangkut kedua orang tua kita,sebab mereka adalah pokok pangkal keberadaan kita dan mereka adalah penyebab hantarkan kita kepada kebahagiaan.Andaikata tidak ada mereka,niscaya kita ini tidak akan ada ujudnya.Oleh sebab itu merupakan kewajiban kita berupaya membuat mereka bahagia.Dan kita diharuskan memperoleh kerihoan mereka.

Berbhakti kepada kedua orang tua dapat dijadikan sebagai penebus dosa besar

Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar ra :"Ada sesorang lelaki yang menghadap nabi saw.lalu bertanya:"Sesungguhnya aku telah melakukan suatu dosa besar,apakah ada taubat bagiku?"Nabi saw,balik bertanya:"apakah engkau mempunyai ibu?"Dalam riwayat lain disebutkan:"Apakah engkau masih mempunyai kedua orang tua?"Lekali itu menjawab :"Tidak ada",Apakah engkau mempunyai bibi (saudara perempuan ibu)?"Ia menjawab:"Ya,punya"Nabi Muhammad saw bersabda:"Berbhaktilah kepadanya(sebagai penebus dosamu)
(HR Imam Tirmidzi,Ibnu Hibban,dan Imam Hakim,Imam Hakim berkata"Hadist ini shahih sanadnya")
'Atha Ibnu Yasir meriwayatkan suatu peristiwa dari Ibnu 'Abbas ra,yang telah bercerita kepadanya,bahwasanya ia pada suatu hari kedatangan seorang lelaki,kemudia lelaki itu bertanya kepadanya.:Sesungguhnya aku telah melamar seorang wanita,tetapai siwanita itu tidak mau.Lalu ada lelaki lain yang datang melamarnya dan ia mau nikah dengannya,hal itu membuat aku cemburu,lalu aku bunuh wanita itu:"Apakah masih terbuka pintu taubat bagiku?"Ibnu 'Abbas ra balik bertanya:"Apakah ibumu masih hidup?"Silelaki menjawab:"Tidak".Ibnu Abbas ra menjawab:"Bertaubatlah kepada Allah dan bertaqarrublah engkau kepada_NYA sekuat mungkin".
'Athha melanjutkan ceritanya:"kemudian aku tanyakan kepadanya ('Ibnu 'Abbas ra):"Mengapa engkau menanyakan tentang ibu atau tidak?"Ibnu "Abbas menjawab:"Sesungguhnya aku belum tahu suatu amalan yang lebih mendekatkan diri kepada Allah selain berbhakti kepada ibu"
(Riwayat ini diceritakan oleh Imam Bukhari didalam al-adabul mufrad,dan oleh Imam Baihaqi didalam kitab Syu'abul Iman)
As-Safarini telah menukil suatu riwayat dalam kitabnya Syarah Mandhumatil Adab yang bersumber dari Imam Ahmad:"Berbhakti kepada kedua orang tua itu dapat melebur dosa-dosa besar"Selanjutnya Imam Ahmad mengatakan:"Demikianlah menurut apa yang telah dituturkan  oleh Ibnu"Abdul Barr dari Mak-hul"
Kisah nyata
Suatu hari saya kedatangan teman lama ,dia bercerita bahwa dia mengalami suatu penyakit dikepalanya,kalau lagi kambuh sakitnya sangat luar biasa malah kalau tidaktahan dia suka membenturkan kepalanya ke tembok.Dia sudah berobat kesana kemari akan tetapi hasilnya nihil,selama 2 tahun dia merasakan sakit tersebut,suatu ketika dalam perenungan dirinya,tiba-tiba hatinya mengatakan "mungkin ini semua akibat kesalahan dirinya terhadap orang tuanya selama ini"Setelah terus berfikir akhirnya dia mendatangi ibunya..dan langsung memeluk kedua kakinya,seorang ibu walaupun bagaimana tidak tega melihat kondisi  anaknya seperti itu dan berkata "nanti dulu anakku,jangan kau cuci dulu kedua kaki ibu,biarkanlah ibu mencucinya sendiri,"sang anak rupanya ingin mencuci kedua kaki ibunya akan tetapi ibunya sadar bahwa kakinya masih kotor.sambil menangis,temen saya berkata"Tidak ibu,kotor kaki ibu tidak ada apa-apanya dibandingkan dosa dan perilaku saya yang telah menyakiti ibu"singkat cerita maka dicucilah kedua kaki ibunya.air yang tadinya jernih jadi kotor kekuning-kuningan,tanpa ragu setelah mencuci kaki kedua orang tuanya dan memohon ma'af atas segala kesalahannya diminumlah air tersebut dan diguyurkan sebagian ke kepala nya,atas Ridho Alloh swt dan ridho dari ibunya maka..sakit yang ia alami selama  dua tahun Allhamdulillah akhirnya sembuh. 


Sepenggal harapan penulis buku ini:".....Kami memohon kepada Alloh swt,Yang Maha Luhur lagi Maha Kuasa,semoga ia menjadikan buku ini sebagai amal shaleh kami dan sebagai kenang-kenangan dari kami sesudah kami tiada.Sesungguhnya Allah swt Maha mendengar do'a hamba-hambanya,lagi Maha Mengabulkan permintaan mereka..aamiin.."AHMAD 'ISA 'ASYUR..

dikutip dari buku "KEWAJIBAN DAN HAK IBU,AYAH DAN ANAK"
Jazakallohu khoiron katsiron aamiin 

Ditulis : Admin 
Tag : 3, ibu
0 Komentar untuk "Prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw tentang ibu 3"

Back To Top