Prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw tentang Hubungan muslim dengan non muslim
Meneladani prinsip-prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw
"Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam"
Hubungan muslim denga non muslim adalah hubungan ta'aruf ( saling mengenal),ta'awun (saling menolong) biir ( kebaikan) dan 'adl ( keadilan),firman Alloh dalam hal ta'aruf yang bisa membawa kepada ta'awun .
QS 49 : 13
13.
Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan
seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku
supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia
diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu.
Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Dalam berwasiat tentang berbuat baik (birr) dan keadilan ('Adl), Allah swt berfirman :
QS 60 : 8
8.
Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap
orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu
dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.
Dalam hubungan ini diperlukan saling memperoleh kemaslahatan dan manfaat serta dalam rangka memperat hubungan kemanusiaan..
Akan tetapi hubungan itu bermotif musalamah (mengajak damai)bergaul dengan baik,bermasyarakat dengan baik (Mu'amalah bil husna),saling menguntungkan dan ta'awun atas dasr kebaikan dan taqwa justru itulah yang diserukan oleh Islam.
Islam menetapkan musyawarah antara orang non muslim dengan orang muslim,Mereka berkewajiban seperti orang muslim dan memperoleh hak seperti kaum muslimin,dan Islam menjamin kebebasan mereka dalam beragama.
QS 2 : 256
256.
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas
jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar
kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah
berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah
Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
[162]
Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.
Menjadi hak ahlul kitab melaksankan syiar agama mereka,gereja-gereja tidak boleh diruntuhkan,palang salib tidak boleh dipatahkan Rasululloh Muhammad saw,bersabda "
"Biarkan mereka menjalankan agama mereka "
Islam menjaga harga diri dan haq mereka,mereka bebas berdiskusi dan berdebat dalam batas-batas yang logik dan dengan berpegang kepada etik kesopanan dan menghindari keras kepala dan kekerasan Firman Alloh swt :
QS 29 : 46
46.
Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling
baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka[1154], dan Katakanlah:
"Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Kami dan
yang diturunkan kepadamu; Tuhan Kami dan Tuhanmu adalah satu; dan Kami hanya
kepada-Nya berserah diri".
[1154]
Yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim Ialah: orang-orang yang setelah
diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara
yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan
permusuhan.
Dikutip dari buku Fikih Sunnah Sayyid Sabiq
ditulis : Admin
Tag :
hub muslim non muslim






0 Komentar untuk "Prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw tentang Hubungan muslim dengan non muslim"