Blog Tentang Seputar Sejarah dan Perkembangan Islam

Prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw tentang Hubungan muslim dengan non muslim

Gambar : Arrahmmahzone.blogspot.com

Prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw tentang Hubungan muslim dengan non muslim

Meneladani prinsip-prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw

"Dan Tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam"
Hubungan muslim denga  non muslim adalah hubungan ta'aruf ( saling mengenal),ta'awun (saling menolong) biir ( kebaikan) dan 'adl ( keadilan),firman Alloh dalam hal ta'aruf yang bisa membawa kepada ta'awun .
QS 49 : 13 
13. Hai manusia, Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
Dalam berwasiat tentang berbuat baik (birr) dan keadilan ('Adl), Allah swt berfirman :
QS 60 : 8
 8. Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.
       Dalam hubungan ini diperlukan saling memperoleh kemaslahatan dan manfaat serta dalam rangka memperat hubungan kemanusiaan..
    Akan tetapi hubungan itu bermotif musalamah (mengajak damai)bergaul dengan baik,bermasyarakat dengan baik (Mu'amalah bil husna),saling menguntungkan dan ta'awun atas dasr kebaikan dan taqwa justru itulah yang diserukan oleh Islam.
      Islam menetapkan musyawarah antara orang non muslim dengan orang muslim,Mereka berkewajiban seperti orang muslim dan memperoleh hak seperti kaum muslimin,dan Islam menjamin kebebasan mereka dalam beragama.
QS 2 : 256 
256. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. karena itu Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut[162] dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.

 [162] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah s.w.t.
    Menjadi hak ahlul kitab melaksankan syiar agama mereka,gereja-gereja tidak boleh diruntuhkan,palang salib tidak boleh dipatahkan Rasululloh Muhammad saw,bersabda "

"Biarkan mereka menjalankan agama mereka "
     Islam menjaga harga diri dan haq mereka,mereka bebas berdiskusi dan berdebat dalam batas-batas yang logik dan dengan berpegang kepada etik  kesopanan dan menghindari keras kepala dan kekerasan Firman Alloh swt :
QS 29 : 46


46. Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka[1154], dan Katakanlah: "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada Kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan Kami dan Tuhanmu adalah satu; dan Kami hanya kepada-Nya berserah diri".

 [1154] Yang dimaksud dengan orang-orang yang zalim Ialah: orang-orang yang setelah diberikan kepadanya keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan dengan cara yang paling baik, mereka tetap membantah dan membangkang dan tetap menyatakan permusuhan.

Dikutip dari buku Fikih Sunnah Sayyid Sabiq
ditulis  :  Admin



0 Komentar untuk "Prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw tentang Hubungan muslim dengan non muslim"

Back To Top