"laqod kana lakum firosulillahi ushwatun hasanah....sungguh didalam diri Rasulillah ada contoh yang baik buat kalian..."
Meneladani prinsip-prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw
Kisah Mengharukan Rasulullah Muhammad saw dan sahabat Ukasyah ra.
Dikatakan :
Rasulullah telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi beliau sangat lemah.
Beliau duduk dg lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya.
Semua
sahabat menjawab dengan suara bersemangat, ” Benar wahai Rosululloh,
Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah subhaanahu
wa ta ‘ala adalah satu-satunya Rabb yang layak disembah.”
“Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka.”
Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yg Rasulullah sabdakan selalu dibenarkan oleh para sahabat.
“Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi,
aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin
bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku
ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan
Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia.”
Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.
“Ya Rosullulloh ! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap
hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka
tidak perlulah engkau berbuat apa-apa”.
Rosullulloh sallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Sampaikanlah wahai Ukasyah”.
“Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang
kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk
tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku,
karena ketika itu aku berdiri di
belakang kuda yg engkau tunggangi wahai Rasulullah”.
Dengan suara yg agak tinggi, Ukasyah berkata: “Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah.”
Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.
Bilal menjawab dg nada sedih: “Cambuk ini akan digunakan Ukasyah utk memukul Rasulullah”
Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
“Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sedang sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya”.
Bilal menjawab: “Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua”.
Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Rasulullah : “Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah”.
“Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak
suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk
menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yg boleh
menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah,
maka langkahi dulu mayatku..!.”
Lalu dijawab oleh Rosullulloh
“Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dg Ukasyah”.
Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu .Rosullulloh
Lalu dijawab oleh Rosullulloh
“Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dengan Ukasyah” .
Lalu Rosullulloh berkata: “Wahai cucu-cucu kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dg Paman Ukasyah”.
“Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas
dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah
sini.”
Rosullulloh memang manusia terbaik. Kekasih
Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah
didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata
lagi:
“Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah”
Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Kemudian Rasulullah berkata:
“Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Nanti Allah akan murka padamu.”
“Ya Rosululloh, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia
yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya
agar aku dapat merapatkan tubuhku dg tubuhmu. Seumur hidupku aku
bercita-bercita dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa
tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan sungguh aku takut dengan
api neraka. Maafkan aku ya Rosululloh…”
“Wahai sahabat-sahabtku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!”
Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah Muhammad saw
*****
Semoga tetesan air mata ini salah satu bukti kecintaan kita kepada kekasih Allah Ta’ala….
Allahumma sholli ‘alaa Muhammad.
Allahumma sholli ‘alayhi wassalam.
Sumber : sms tauhid
ditulis : Admin
Tag :
kisah mengharukan

0 Komentar untuk "Prinsip kepemimpinan Rasulullah Muhammad saw tentang kisah Mengharukan Rasululloh Muhammad saw dan sahabat Ukasyah ra."